Minggu, 5 September 2010   a

Komunitas

Berita Terkini

 
Login Admin
Username
Password
 

Selayang Pandang

Selayang pandang Masjid Raya Sabilillah

 

Ketika terjadi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, setiap pejuang yang mencintai kemerdekaan Indonesia ikut mengangkat senjata dalam mengusir tentang Sekutu. Dari kota Malang tiada sedikit para pejuang yang berani meninggalkan kotanya guna ikut bergabung bersama para pejuang lainnya. 

Pada minggu ke empat di bulan November, pasukan-pasukan yang tergabung dalam barisan Hizbullah dan barisan Sabilillah mengalir ke medan pertempuran di Surabaya. Barisan Hizbullah dan Sabilillah itu bertempur di bawah komando Imam Sudja’i. Dan di antara mereka tidak sedikit yang gugur sebagai kusuma bangsa di daerah pertempuran, mulai dari Wonokromo, Waru, Buduran dan tempat-tempat lainnya.

Pada masa revolusi kemerdekaan peranan pemuda-pemuda Islam dan para ulamanya bagi perjuangan bangsa Indonesia tidaklah kecil artinya. Barisan Hizbullah menghimpun kekuatan pemuda-pemuda Islam yang tersebar dimana-mana. Sedang barisan Sabilillah menghimpun para santri dan ulama untuk saling bahu membahu dalam satu kekuatan guna mengusir penjajah. KH. Zainul Arifin, Panglima Hizbullah, dan KH. Masykur, Panglima Sabilillah, juga para pejuang ulama lainnya, telah ikut menyumbangkan darma-baktinya dalam mengisi sejarah perjuangan bangsa.

Sebagai kenangan bagi ulama Islam yang berjiwa patriotik, maka Masjid Raya ini dibangun untuk dijadikan kenangan atas pengorbanan mereka.

Selain dimaksudkan sebagai rumah ibadah, Masjid Raya ini dimaksudkan sebagai monumen perjuangan, dimana para ulama yang tergabung dalam barisan Sabilillah pernah berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa.

Untuk menghormati dan mengabadikan ketaqwaan kepahlawanan para ulama serta untuk meneladani semangat perjuangan dalam membela agama, untuk meneladani semangat perjuangan dalam membela agama, bangsa dan tanah air, maka Masjid Raya ini diberi nama Sabilillah.

 

Tahap pembangunan  Masjid Raya Sabilillah

 

Sejak awal tahun 1968 sudah ada keinginan untuk membuat masjid yang lebih besar. Sebab masjid lama yang sudah berdiri sejak lama tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan jama’ah yang kian bertambah dari hari ke hari. 

Pada bulan Juli 1968 terbentuklah Panitia Pembangunan Masjid Blimbing di Kotamadya Malang atas petunjuk KH. Nakhrawi Thohir, yang kini telah meninggal dunia.

Usaha pengumpulan dana mulai dijalankan. Peletakan batu pertama dilakukan lebih dari sekali. Dan pada pertengahan tahun 1974 ikhtiar pembangunan masjid ini belum juga memperoleh kemajuan. Malahan dalam waktu yang cukup lama pembangunan masjid ini mengalami kemacetan. 

Kemudian pada 4 Agustus 1974 atas prakarsa KH. Masykur diselenggarakan pertemuan di rumah beliau, di Singosari, Malang. Beberapa orang diundang untuk melanjutkan pembangunan masjid yang mengalami hambatan. Pada pertemuan itu akhirnya diputuskan untuk merombak kepengurusan panitia, mengubah cara kerja dan berusaha membangun masjid ini lebih baik lagi. Rencana permulaan ditingkatkan lebih jauh, dan masjid ini diusahakan menjadi masjid yang monumental, memiliki mutu arsitektur  yang baik sesuai dengan kemajuan perkembangan pembangunan materiil dan spiritual.

Dan pada 8 Agustus 1974 pembangunan masjid ini mulai digiatkan kembali. Terkadang mengalami kelambanan tetapi usaha membangun masjid itu kian ditingkatkan saja. Pada prinsipnya pelaksanaan pembangunan masjid itu dikerjakan oleh panitia, mulai dari memenuhi kebutuhan bahan-bahan bangunan dan rencana konstruksi bangunan masjid. Pelaksanaan pada bagian-bagian tertentu pada bangunan masjid diserahkan pada pihak kontraktor dengan melalui tender ataupun mendapat bantuan pihak pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Malang ataupun perusahaan-perusahaan lainnya. Tidak kurang dari enam tahun untuk menyelesaikan masjid ini.

 

Data fisik bangunan Masjid Raya Sabilillah

Luas tanah 8.100 m2

Kompkeks Masjid Raya Sabilillah terdiri dari atas tiga bangunan ; Bangunan Induk Masjid; Bangunan Menara; Bangunan Pelengkap yang terdiri dari ruang kantor, tempat wudlu, dan ruangan sekolah.

Bangunan induk masjid yang terdiri dua lantai berukuran 1.800 m2 .

Bangunan lantai pertama seluas 1.600 m2 dan lantai dua seluas 650 m2.

 

Di atas bangunan ini terdapat kubah (atap melengkung yang merupakan setengah bulatan) bergaris tengah 20 m. Semua bangunan induk masjid ini berkonstruksi beton.

Di sebelah kanan bangunan induk masjid terdapat menara setinggi 45 meter. Angka ini mengingatkan tahun perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia. Bangunan menara ini bergaris tengah 3 m.

Sedang bangunan pelengkap yang luasnya 800 m2 juga terdiri dua lantai. Pada lantai pertama terdapat kantor ta’mir, perpustakaan masjid, tempat wudlu dan ruang sekolah TK Islam Sabilillah. Sedang pada lantai kedua sekarang digunakan ruang sekolah SD Islam Sabilillah.

 

Arti dan Makna Konstruksi Masjid Raya Sabilillah

 

1. Jumlah seluruh pilar di seluruh masjid sebanyak 17 buah, ini melambangkan tanggal 17.

2. Mulai dari lantai sampai ke atap tingginya 8 meter, ini  melambangkan bulan ke-8 atau bulan Agustus.

3. Lebar masjid dan tinggi menara yang 45 meter, ini melambangkan tahun perjuangan bangsa Indonesia yakni tahun 1945.

4. Antara pilar yang satu dengan lainnya berjarak 5 meter, ini memiliki makna Pancasila dan Rukun Islam yang jumlah masing-masing adalah lima.

5. Segi 6 pada bangunan menara melambangkan Rukun Iman pada Agama Islam.

6. Garis tengah bangunan kubah yang panjangnya 20 meter itu melambangkan sifat-sifat Tuhan yang dua puluh.

7. Di dalam masjid terdapat 9 pilar  memiliki arti kepada perjuangan para Wali Songo yang menegakkan agama Islam di Pulau Jawa.

 

Perkembangan Kegiatan Masjid Sabilillah

 

Di dalam perkembangannya dewasa ini, pengelolaan Masjid Sabilillah di bawah Yayasan Sabilillah berkembang dan memiliki 8 lembaga meliputi :

 

Takmir Masjid Sabilillah

 

- Kegiatan Masjid secara terus menerus dapat diklasifikasi menjadi :

- Bidang Idaroh meliputi ; Organisasi dan Administrasi

- Bidang Imaroh meliputi ;

Peribadatan adalah penyelenggaraan sholat lima waktu secara tertib

Majelis Taklim secara rutin ada beberapa antara lain

Selasa : ba’da maghrib dibina oleh Drs. KH. Marzuki Mustamar

Sabtu : Pukul 07.00 – selesai diikuti oleh ibu-ibu

Pukul 09.30 – selesai Manasik haji gratis

Pukul 17.30 – selesai dibina oleh Habib Husein bin Alwi bin Agil

Remaja Masjid meliputi tembang sholawat sabilillah dan Kaderisasi

Perpustakaan Masjid buka rutin mulai hari Senin sampai hari Sabtu

Pukul 08.30 – 13.00 WIB dan

17.00 – 18.00 WIB

Ibadah Sosial bekerja sama dengan LAZIS Sabilillah untuk lebih melengkapi fungsi sosial Masjid; saat ini telah mempunyai banyak program pemberdayaan dan pendayagunaan.

 

Peringatan PHBI dan PHBN meliputi ; 1 Muharram, Maulid Nabi Muhammad SAW,Isro’ Mi’roj dan Nuzulul Qur’an

 

Koperasi Masjid (KOPMAS) dengan koperasi mengadakan kegiatan pengembangan BMT Sabilillah.

 

Bidang Ri'ayah

Perawatan gedung dan ruangan masjid; Pengembangan sarana dan prasarana; Pembenahan Halaman dan Lingkungan Masjid; Peningkatan keamanan masjid

 

Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah

 

Pada tahun pelajaran 1997/1998 SD Islam Sabilillah Malang menerima siswa baru. Sejak saat itu, SD Islam Sabilillah terus berbenah diri dengan meningkatkan program kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Berangkat dari keberhasilan SD Islam Sabilillah Malang, TK Islam Sabilillah Malang yang sudah ada sejak tahun 1980 dikembangkan lagi secara profesional oleh Tim Pengembang Pendidikan Sabilillah secara terpadu. Pada tahun ke enam, alumni SD Islam Sabilillah Malang sudah dapat menikmati pendidikan lanjutan di SMP Islam Sabilillah Malang. Manajemen pendidikan dikelolah secara terpadu di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang yang merupakan unit kerja Yayasan Sabilillah Malang.

Progam sukses LPI Sabilillah Malang adalah menyelenggarakan satuan pendidikan TK-SD-SMP Islam Sabilillah Malang yang memiliki visi komitmen keislaman, komitmen kebangsaan dan Kecendekiaan. Ciri khas penyelenggaraan pendidikan di LPI Sabilillah Malang adalah Fullday School Everyday With Al Qur’an dan Full Proffesional Service. Kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum 2004 Dinas Pendidikan Nasional dan Kurikulum Muatan Lembaga yang dikembangkan sendiri secara profesional yang mencakup materi pembinaan komitmen keislaman, komitmen kebangsaan dan kecendekiaan.

 

Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh (LAZIS) Sabilillah

 

Visi dan Misi adalah menunaikan hak dhu’afa dan memakmurkan Masjid Allah dengan memiliki  tujuan yang akan dicapai ;

Untuk mengorganisasikan kegiatan sosial keagamaan dalam rangka memakmurkan masjid, menunaikan hak dhu’afa

Meningkatkan budaya dan mekanisme zakat, infaq dan shodaqoh yang benar.

Untuk mendorong terwujudnya sistem dan mekanisme penghimpunan, pemanfaatan dan penyaluran zakat, infaq dan shodaqoh yang benar sesuai dengan syariat.

Program yang telah berjalan meliputi;

Santunan Bea siswa Dhu’afa sebanyak 30 anak rutin setiap bulan

Santunan Anak Yatim sebanyak 27 orang

Insentif guru TPQ sebanyak 8 TPQ

Santunan Lansia Mantan Pejuang agama 2 orang

Modal bergulir sebanyak 9 anggota dari 25 anggota paguyuban

TPQ gratis untuk anak tidak mampu.

 

Koperasi Masjid (KOPMAS) Sabilillah

 

Koperasi Masjid Sabilillah berdiri pada tahun 1999 dan memiliki  keanggotaan koperasi sampai saat ini sudah mencapai 229 orang dengan modal yang berputar di koperasi sampai tutup buku tahun 2005 mencapai Rp. 145.728.000,- . Jenis usaha yang dilakukan meliputi ; 

unit pertokoan, 

unit BMT, 

unit Rental Komputer, 

unit wartel dan 

unit pujasera. 

Kegiatan BMT sendiri sampai tutup buku 2005 omzet mencapai Rp. 279.000.000,- dengan jumlah peminjam 241 orang.

Selain kegiatan prekonomian, koperasi juga bergerak di bidang sosial dengan memberi bantu terhadap kegiatan dakwah remaja masjid dan takmir masjid sabilillah pada acara-acara insidental maupun rutin.

 

Perpustakan Masjid Sabilillah

 

Perpustakaan sampai saat ini telah memiliki 3.288 judul buku dengan komposisi buku anak-anak 946 judul buku dan buku dewasa 2.342 judul buku. Jumlah peminjam katagori perorangan 318 orang dan katagori lembaga/TPQ 27 TPQ. Program kegiatan yang sampai saat ini masih tetap berjalan meliputi;

Program kunjungan perpustakaan untuk TPQ – TPA

Program buku-buku untuk TPQ – TPA

Majalah Dinding.

 

Lajnah Pengabdian Masyarakat

 

Melayani kebutuhan konsultasi tentang keagamaan, keluarga/perkawinan, Sosial kemasyarakatan dan lain-lain.

 

Majlis Ta’lim Takmiriyah

 

Seksi Pendidikan dan Dakwah mengadakan kegiatan rutin pengajian setiap sabtu pukul 07.00 WIB dengan tema dan pemateri terstruktur.

Seksi Sosial melakukan kunjungan-kunjungan sosial ke panti asuhan, pondok pesantren dan silaturrahmi penyaluran zakat, infaq, shodaqoh.

Seksi Usaha melakukan kegiatan usaha untuk menopang kegiatan sosial dan dakwah

 

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sabilillah Malang

 

Guna meningkatkan pelayanan kepada jama’ah yang akan berangkat maupun masih belum berangkat maka mulai tahun haji 2006, KBIH Sabilillah mengadakan bimbingan manasik haji tanpa dipungut biaya atau gratis.

 

Last Update: 25-02-2010 14:24