![]() |
|

Rasulullah s.a.w. telah bersabda : “Barang siapa membaca Al Quran kemudian dia berpendapat bahwa seseorang telah diberi sesuatu yang lebih utama dari pada Al Quran yang telah diberikan oleh Allah maka sungguh dia telah menganggap kecil apa yang telah diagungkan oleh Allah s.w.t.. Dan beliau s.a.w. bersabda :”Tidak ada sesuatupun yang lebih utama kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat dari pada Al-Quran” tidak seorang nabipun, malaikat dan selainnya.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah membaca surat Thaha dan Yasin dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan makhluk. Maka tatkala para malaikat mendengar Al Quran mereka berkata: Beruntunglah umat yang turun kepada mereka surat ini, dan beruntunglah mulut-mulut yang membawa surat ini dan beruntung pulalah lisan-lisan yang mengucap-kan surat ini.
FASAL
Mengenai celaan terhadap bacaan orang-orang yang lalai
Anas bin Malik berkata :”Banyak orang membaca Al-Quran sedangkan Al-Quran melaknatnya”. Abu Sulaiman Ad-Daroniy berkata :”Malaikat Zabaniyah lebih cepat menyiksa para penghafal Al-Quran yang bermaksiat kepada Allah s.w.t. dari pada mereka menyiksa para penyembah berhala. Ketika mereka bermaksiat kepada Allah setelah Al-Quran.
Sungguh telah datang dalam kitab taurat: Wahai hamba-Ku tidakkah kamu malu kepadaku, telah datang kepadamu kitab dari sebagian saudara-saudaramu sedang enkau berjalan di tengah jalan, lantas engkau berpaling dari jalan tersebut lalu engkau duduk karenanya, dan membacanya serta mentada-burinya huruf demi huruf hingga engkau tidak tertinggal darinya sedikitpun.Dan ini adalah kitab yang Aku turunkan kepadamu. Lihatlah ! Berapa banyak Aku telah merinci di dalamnya berupa firman. Dan berapa banyak Aku telah mengulang-ulangi di dalamnya kepadamu supaya engkau memikirkan panjang dan lebarnya (semua isinya).
Kemudian engkau berpaling darinya, apakah Aku ini lebih rendah bagimu dari pada sebagian saudara-saudaramu wahai hamba-Ku?. Sebagian saudara-saudaramu telah menceritakan kepadamu suatu cerita lantas kamu menghadap kepadanya dengan segenap wajahmu, dan mendengarkan ceritanya dengan sepenuh hati. Maka jika seseorang berbicara kepamu atau kamu disibukkan oleh seseorang yang sibuk membicarakannya maka kamu isyaratkan kepadanya: “Berhentilah !”. Nah inilah aku di hadapanmu dan sedang berbicara kepadamu sedang enkau berpaling dari dengan hatimu. Apakah kamu menjadikan Aku lebih rendah di sisimu dari pada saudara-saudaramu?. Allah Maha Tinggi dengan setinggi-tingginya dari hal itu.
FASAL
Seyogyanya orang yang membaca tetap dalam keadaan punya wudlu’ dan tata krama baik dalam keadaan berdiri maupun duduk. Dan yang lebih utama adalah yang dibaca ketika shalat dalam keadaan berdiri. Rasulullah s.a.w. bersabda :”Barangsiapa membaca Al-Quran (mengkhatamkan-nya) kurang dari tiga hari, maka dia tidak memahaminya.
Dan para ulama’ memakruhkan al quran dihatamkan setiap malam, boleh jadi menghatamkan al quran setiap minggu lebih dekat (disenangi para ulama’). Dan tartil dianjurkan dalam membaca al quran. Nabi s.a.w. bersabda : “sesungguhnya al quran ini diturunkan dengan sedih, maka jika kalian membacanya berusahlah untuk bersedih”.
Dan seyogyanya seseorang menjaga hak ayat sajadah, maka dia bersjud baik dia mendengarkannya dari orang lain atau membacanya sendiri. Jika dia dalam keadaan punya wudhu’. Dan di adalam al quran terdapat 14 ayat sajdah. Di dalam surat Al Hajj terdapat dua ayat sajdah sedangkan di dalam surat Shaad bukan ayat sajdah.
FASAL
Seyogyanya bacaannya dengan sikap mengagungkan lagi merenungkan maknanya. Maka sesungguhnya Allah s.w.t. bersikap lembut kepada makhluknya dalam hal turunnya al quran dari arsy keagungan-Nya sesuai dengan tingkat pemahaman makhluk-Nya sehingga Allah menyampaikan makna-makna kalam-Nya yang makna kalam-Nya itu adalah Dzat-Nya kepada pemahaman makhluk-Nya. Dan bagaimana bisa tampak kepada mereka sifat yang asli ada dilipatan huruf-huruf dan suara-suara-Nya. Andaikata tidak tertutup hakekat keagungan kalam-Nya dengan banyaknya hurufnya pastilah Arsy tidak tetap untuk mendengarkan kalam-Nya dan berantakan serta musnah apa yang ada diantara keduanya dari keagungan kerajaan-Nya dan terangnya cahanya.
Andaikata Allah tidak menjadikan nabi Musa a.s. tetap (tidak goncang) pastilah dia tidak mampu mendengar kalam-Nya sebagaimana gunung tidak mampu pada permulaan penampaannya dimana gunung hancur berkeping-keping. Dan hendaknya mengagungkan yang berfirman itu hadir dalam hatinya seolah-olah Allah membimbing seakan-akan Dia menyampaikan kepadanya dalam bacaannya dan dia menyangka bahwa Allah s.w.t. berfirman dengan hal tersebut.
FASAL
Nabi s.a.w. bersabda : Sesungguhnya Al Quran memiliki makna dhohir dan batin, makna ringkas dan luas”. Dan sayyidina Ali k.w. dan r.a. berkata : Andaikata aku mau pastilah aku bebani 70 unta dengan tulisan dari tafsir al fatehah. Lantas jelaslah bahwa rahasia-rahasia al quran tidak akan habis dan keajaiban-keajaibannya tidak bisa dihitung.
Dan hal itu menurut kadar kesucian hatinya dan menunjukkan bahwa tafsir didengar dan dipindah seperti tanzil. Sabda Rasulullah s.a.w. kepada Ibnu Abbas r.a. : Ya Allah ! buatlah dia mengerti mengenai agama dan ajarkanlah kepadanya ta’wil”. Allah s.w.t. berfirman : Pastilah mengetahuinya orang-orang yang mengambil dalil dari mereka”. Allah menetapkan kepada ahli ilmu suatu istinbath lantas menunjukkan bahwa istinbath itu tidak berhenti hanya pada pendengaran saja. Dan Allah lebih mengetahui. Maka pahamilah maka engkau akan beruntung. Wallahu a’lam.
Last Update: 17-09-2009 07:25