MASA BAKTI 2007-2009
Ketua Umum Yayasan : Prof. DR. KH. Moch. Tholchah Hasan
Ketua Yayasan Bidang Keagamaan : Drs. H. Mas’ud Ali M.Ag
Ketua I : Drs. H. Mas’ud Ali M.Ag
Ketua II : Drh. H. M. Zainul Fadli, MKes
Ketua III : Drs. KH. Noor Chozin Askandar SH. MAg.
Sekretaris I : Akhmad Farkhan H. S.T
Sekretaris II : H. Manan
Bendahara I : HM. Said AM.
Bendahara II : H. Dimjati
Seksi Peribadatan : H. Abd. Mun’im Syadzili
: Drs. Irfan Hakim
: Drs. M. Khoiron
Seksi Pendidikan dan Dakwah : Drs. Muh. Mundzir, MAP
: Drs. Hasan Basri
: Achmad Farid Syarief
Seksi Remaja Masjid : Sulaiman
: Fahmir Riza Madjid SAg.
: Manshur Thoyyib
Seksi Ibadah Sosial : Mas’ud Mansyur
: HM. Sueb FH
: Nanang Sulton
Seksi Perlengkapan dan Perawatan : Drs. H. Syarif Anggawi SH. MM.
: Ir. Bambang Sumarto
: Abd. Wahid Himawan ST.
Seksi Keamanan : HA. Ilyas
: M. Asykur
PROFIL MASJID SABILLILAH & PROFIL LAZIS SABILLILAH
Selayang pandang Masjid Raya Sabilillah
Ketika terjadi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, setiap pejuang yang mencintai kemerdekaan Indonesia ikut mengangkat senjata dalam mengusir tentang Sekutu. Dari kota Malang tiada sedikit para pejuang yang berani meninggalkan kotanya guna ikut bergabung bersama para pejuang lainnya.
Pada minggu ke empat di bulan November, pasukan-pasukan yang tergabung dalam barisan Hizbullah dan barisan Sabilillah mengalir ke medan pertempuran di Surabaya. Barisan Hizbullah dan Sabilillah itu bertempur di bawah komando Imam Sudja’i. Dan di antara mereka tidak sedikit yang gugur sebagai kusuma bangsa di daerah pertempuran, mulai dari Wonokromo, Waru, Buduran dan tempat-tempat lainnya.
Pada masa revolusi kemerdekaan peranan pemuda-pemuda Islam dan para ulamanya bagi perjuangan bangsa Indonesia tidaklah kecil artinya. Barisan Hizbullah menghimpun kekuatan pemuda-pemuda Islam yang tersebar dimana-mana. Sedang barisan Sabilillah menghimpun para santri dan ulama untuk saling bahu membahu dalam satu kekuatan guna mengusir penjajah. KH. Zainul Arifin, Panglima Hizbullah, dan KH. Masykur, Panglima Sabilillah, juga para pejuang ulama lainnya, telah ikut menyumbangkan darma-baktinya dalam mengisi sejarah perjuangan bangsa.
Sebagai kenangan bagi ulama Islam yang berjiwa patriotik, maka Masjid Raya ini dibangun untuk dijadikan kenangan atas pengorbanan mereka. Selain dimaksudkan sebagai rumah ibadah, Masjid Raya ini dimaksudkan sebagai
- monumen perjuangan, dimana para ulama yang tergabung dalam barisan Sabilillah pernah berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa.
- Untuk menghormati dan mengabadikan ketaqwaan kepahlawanan para ulama serta
- untuk meneladani semangat perjuangan dalam membela agama,
- untuk meneladani semangat perjuangan dalam membela agama, bangsa dan tanah air,
maka Masjid Raya ini diberi nama Sabilillah.
Tahap pembangunan Masjid Raya Sabilillah
Sejak awal tahun 1968 sudah ada keinginan untuk membuat masjid yang lebih besar. Sebab masjid lama yang sudah berdiri sejak lama tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan jama’ah yang kian bertambah dari hari ke hari.
Pada bulan Juli 1968 terbentuklah Panitia Pembangunan Masjid Blimbing di Kotamadya Malang atas petunjuk KH. Nakhrawi Thohir, yang kini telah meninggal dunia.
Usaha pengumpulan dana mulai dijalankan. Peletakan batu pertama dilakukan lebih dari sekali. Dan pada pertengahan tahun 1974 ikhtiar pembangunan masjid ini belum juga memperoleh kemajuan. Malahan dalam waktu yang cukup lama pembangunan masjid ini mengalami kemacetan.
Kemudian pada 4 Agustus 1974 atas prakarsa KH. Masykur diselenggarakan pertemuan di rumah beliau, di Singosari, Malang. Beberapa orang diundang untuk melanjutkan pembangunan masjid yang mengalami hambatan. Pada pertemuan itu akhirnya diputuskan untuk merombak kepengurusan panitia, mengubah cara kerja dan berusaha membangun masjid ini lebih baik lagi. Rencana permulaan ditingkatkan lebih jauh, dan masjid ini diusahakan menjadi masjid yang monumental, memiliki mutu arsitektur yang baik sesuai dengan kemajuan perkembangan pembangunan materiil dan spiritual.
Dan pada 8 Agustus 1974 pembangunan masjid ini mulai digiatkan kembali. Terkadang mengalami kelambanan tetapi usaha membangun masjid itu kian ditingkatkan saja. Pada prinsipnya pelaksanaan pembangunan masjid itu dikerjakan oleh panitia, mulai dari memenuhi kebutuhan bahan-bahan bangunan dan rencana konstruksi bangunan masjid. Pelaksanaan pada bagian-bagian tertentu pada bangunan masjid diserahkan pada pihak kontraktor dengan melalui tender ataupun mendapat bantuan pihak pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Malang ataupun perusahaan-perusahaan lainnya. Tidak kurang dari enam tahun untuk menyelesaikan masjid ini.
Data fisik bangunan Masjid Raya Sabilillah
Luas tanah 8.100 m2
Kompkeks Masjid Raya Sabilillah terdiri dari atas tiga bangunan ;
- Bangunan Induk Masjid
- Bangunan Menara
- Bangunan Pelengkap yang terdiri dari ruang kantor, tempat wudlu, dan ruangan sekolah.
Bangunan induk masjid yang terdiri dua lantai berukuran 1.800 m2 .
Bangunan lantai pertama seluas 1.600 m2 dan lantai dua seluas 650 m2.
Di atas bangunan ini terdapat kubah (atap melengkung yang merupakan setengah bulatan) bergaris tengah 20 m. Semua bangunan induk masjid ini berkonstruksi beton.
Di sebelah kanan bangunan induk masjid terdapat menara setinggi 45 meter. Angka ini mengingatkan tahun perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia. Bangunan menara ini bergaris tengah 3 m.
Sedang bangunan pelengkap yang luasnya 800 m2 juga terdiri dua lantai. Pada lantai pertama terdapat kantor ta’mir, perpustakaan masjid, tempat wudlu dan ruang sekolah TK Islam Sabilillah. Sedang pada lantai kedua sekarang digunakan ruang sekolah SD Islam Sabilillah.
Arti dan Makna Konstruksi
Masjid Raya Sabilillah
- Jumlah seluruh pilar di seluruh masjid sebanyak 17 buah, ini melambangkan tanggal 17.
- Mulai dari lantai sampai ke atap tingginya 8 meter, ini melambangkan bulan ke-8 atau bulan Agustus.
- Lebar masjid dan tinggi menara yang 45 meter, ini melambangkan tahun perjuangan bangsa Indonesia yakni tahun 1945.
- Antara pilar yang satu dengan lainnya berjarak 5 meter, ini memiliki makna Pancasila dan Rukun Islam yang jumlah masing-masing adalah lima.
- Segi 6 pada bangunan menara melambangkan Rukun Iman pada Agama Islam.
- Garis tengah bangunan kubah yang panjangnya 20 meter itu melambangkan sifat-sifat Tuhan yang dua puluh.
- Di dalam masjid terdapat 9 pilar memiliki arti kepada perjuangan para Wali Songo yang menegakkan agama Islam di Pulau Jawa.
Perkembangan Kegiatan Masjid Sabilillah
Di dalam perkembangannya dewasa ini, pengelolaan Masjid Sabilillah di bawah Yayasan Sabilillah berkembang dan memiliki 8 lembaga meliputi
1. Takmir Masjid Sabilillah
- Kegiatan Masjid secara terus menerus dapat diklasifikasi menjadi
Bidang Idaroh meliputi ;
- Organisasi
- Administrasi
Bidang Imaroh meliputi ;
- Peribadatan adalah penyelenggaraan sholat lima waktu secara tertib
- Majelis Taklim secara rutin ada beberapa antara lain
Ahad Hotmil Qur’an minggu ke empat (4) jam 05.00 WIB
Ahad minggu ke empat (4) Pengajian Tasawuf dibina oleh KH. Lukman Hakim.
Selasa ba’da maghrib dibina oleh KH. Marzuki Mustamar
Jum’at pagi Bada Subuh dibina oleh KH. Zainul Fadli
Sabtu Pukul 07.00 – selesai diikuti oleh ibu-ibu
Pukul 09.30 – selesai Manasik haji gratis
Pukul 17.30 – selesai dibina oleh Habib Husein bin Alwi bin Agil
- Remaja Masjid meliputi tembang sholawat sabilillah dan Kaderisasi
- Perpustakaan Masjid
buka rutin mulai hari Senin sampai hari Sabtu
Pukul Pagi 08.30 – 13.00 WIB
Sore 17.00 – 18.00 WIB
- Ibadah Sosial bekerja sama dengan LAZIS Sabilillah untuk menyantuni jama’ah rutin
- Peringatan PHBI dan PHBN meliputi ;
- 1 Muharram,
- Maulid Nabi Muhammad SAW
- Isro’ Mi’roj
- Nuzulul Qur’an
- Koperasi Masjid (KOPMAS) dengan koperasi mengadakan kegiatan pengembangan BMT Sabilillah.
Bidang Riayah
- Perawatan gedung dan ruangan masjid
- Pengembangan sarana dan prasarana
- Pembenahan Halaman dan Lingkungan Masjid
- Peningkatan keamanan masjid
- Melanjutkan pembangunan Auditorium
- Harapan kedepan untuk kemajuan perkembang masjid
Masjid sebagai pusat dakwah pembinaan umat di sekitar masjid akan terwujud.
2. Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah
Pada tahun pelajaran 1997/1998 SD Islam Sabilillah Malang menerima siswa baru. Sejak saat itu, SD Islam Sabilillah terus berbenah diri dengan meningkatkan program kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Berangkat dari keberhasilan SD Islam Sabilillah Malang, TK Islam Sabilillah Malang yang sudah ada sejak tahun 1980 dikembangkan lagi secara profesional oleh Tim Pengembang Pendidikan Sabilillah secara terpadu. Pada tahun ke enam, alumni SD Islam Sabilillah Malang sudah dapat menikmati pendidikan lanjutan di SMP Islam Sabilillah Malang. Manajemen pendidikan dikelolah secara terpadu di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang yang merupakan unit kerja Yayasan Sabilillah Malang.
Progam sukses LPI Sabilillah Malang adalah menyelenggarakan satuan pendidikan TK-SD-SMP Islam Sabilillah Malang yang memiliki visi komitmen keislaman, komitmen kebangsaan dan Kecendekiaan. Ciri khas penyelenggaraan pendidikan di LPI Sabilillah Malang adalah Fullday School Everyday With Al Qur’an dan Full Proffesional Service. Kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum 2004 Dinas Pendidikan Nasional dan Kurikulum Muatan Lembaga yang dikembangkan sendiri secara profesional yang mencakup materi pembinaan komitmen keislaman, komitmen kebangsaan dan kecendekiaan.
3. Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh (LAZIS) Sabilillah
Visi dan Misi adalah menunaikan hak dhu’afa dan memakmurkan Masjid Allah dengan memiliki tujuan yang akan dicapai ;
1. Untuk mengorganisasikan kegiatan sosial keagamaan dalam rangka memakmurkan masjid, menunaikan hak dhu’afa
2. Meningkatkan budaya dan mekanisme zakat, infaq dan shodaqoh yang benar.
3. Untuk mendorong terwujudnya sistem dan mekanisme penghimpunan, pemanfaatan dan penyaluran zakat, infaq dan shodaqoh yang benar sesuai dengan syariat.
Program yang telah berjalan meliputi;
- Santunan Bea siswa Dhu’afa sebanyak 125 anak rutin setiap bulan
- Santunan Anak Yatim sebanyak 50 orang
- Insentif guru TPQ sebanyak 25 TPQ
- Santunan Lansia Mantan Pejuang agama 2 orang
- Modal bergulir sebanyak 9 anggota dari 25 anggota paguyuban
- TPQ gratis untuk anak tidak mampu.
- Pembinaan 25 Mushola di sekitar Masjid Sabillilah
4. Koperasi Masjid (KOPMAS) Sabilillah
Koperasi Masjid Sabilillah berdiri pada tahun 1999 dan memiliki keanggotaan koperasi sampai saat ini sudah mencapai 229 orang dengan modal yang berputar di koperasi sampai tutup buku tahun 2009 mencapai Rp. 1.300.000.000,- . Jenis usaha yang dilakukan meliputi ;
- unit pertokoan,
- unit BMT,
Kegiatan BMT sendiri sampai tutup buku 2009 omzet mencapai Rp. 1.000.000.000,- dengan jumlah peminjam 850 orang.
Selain kegiatan prekonomian, koperasi juga bergerak di bidang sosial dengan memberi bantu terhadap kegiatan dakwah remaja masjid dan takmir masjid sabilillah pada acara-acara insidental maupun rutin.
5. Perpustakan Masjid Sabilillah
Perpustakaan sampai saat ini telah memiliki 3.288 judul buku dengan komposisi buku anak-anak 946 judul buku dan buku dewasa 2.342 judul buku. Jumlah peminjam katagori perorangan 318 orang dan katagori lembaga/TPQ 27 TPQ. Program kegiatan yang sampai saat ini masih tetap berjalan meliputi;
- Program kunjungan perpustakaan untuk TPQ – TPA
- Program buku-buku untuk TPQ – TPA
- Majalah Dinding.
6. Lajnah Pengabdian Masyarakat
Melayani kebutuhan konsultasi tentang keagamaan, keluarga/perkawinan, Sosial kemasyarakatan dan lain-lain.
7. Majlis Ta’lim Takmiriyah
Seksi Pendidikan dan Dakwah mengadakan kegiatan rutin pengajian setiap sabtu pukul 07.00 WIB dengan tema dan pemateri terstruktur.
Seksi Sosial melakukan kunjungan-kunjungan sosial ke panti asuhan, pondok pesantren dan silaturrahmi penyaluran zakat, infaq, shodaqoh.
Seksi Usaha melakukan kegiatan usaha untuk menopang kegiatan sosial dan dakwah
8. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Sabilillah Malang
Guna meningkatkan pelayanan kepada jama’ah yang akan berangkat maupun masih belum berangkat maka mulai tahun haji 2006, KBIH Sabilillah mengadakan bimbingan manasik haji tanpa dipungut biaya atau gratis.
PROFILE LEMBAGA AMIL ZAKAT, INFAQ & SHODAQAH SABILILLAH
(LAZIS) YAYASAN SABILILLAH MALANG
Subhanallah walhamdulillah walaa Illahaillallah huwallahu Akbar….
Bismillahirrahmanirrahiim….
1. Pendahuluan
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tiada menganjurkan memberi makan orang miskin”
(Qs. Al Ma’uun : 1 – 3)
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid – masjid Allah hanyalah orang – orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat serta tidak takut kepada siapapun, selain hanya kepada Allah. Maka merekalah orang – orang yang diharapkan termasuk orang – orang yang mendapat petunjuk”.
(Qs. At Taubah : 18)
Dengan Taufik dan hidayah Allah SWT, di dorong oleh niat yang ikhlas untuk lebih mengoptimalkan fungsi masjid, dalam hal ini Masjid Sabilillah Kodya Malang dengan program dakwah bil hal yang dapat dirasakan umat khususnya saudara kita kaum dhu’afa secara nyata, serta sekaligus untuk lebih mengoptimalkan penggalangan infaq fii sabilillah dari kalangan kaum muslimin sehingga kemudian dapat disalurkan secara terkoordinir, kontinyu dan tepat sasaran maka didirikan : LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ DAN SHODAQOH SABILILLAH, atau yang lebih dan akan dikenal sebagai LAZIS Sabilillah, pada tanggal 31 Maret 2006.
2. Struktur Kelembagaan:
Para pengurus di dalam Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqah (LAZIS) Sabilillahterdiri dari lintas tokoh berbagai bidang yang berkompeten dan berkualitas, diantaranya:
· DR. KH. Moch Tolchah Hasan mantan menteri Agama RI dan Rais syuriah PB NU.
· H. A. Mas’ud Ali M,ag, mantan Kandepag Kabupaten Malang dan Blitar
· DR. H. M. Mas’ud Said MM, ( Ketua LAZIS) dosen dan ketua Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI)
· Ust. Sulaiman, AP., Manager Harian Koperasi Masjid Sabilillah dan Dewan Pembina Remaja Masjid Sabilillah
· A. Farchan, ST, aktivis kegiatan kemasyarakat dan Pengelola Masjid Sabilillah
· Serta di dukung oleh Aktivis – Aktivis Remaja Masjid Sabilillah yang sangat berkompeten di dalam bidang Sosial Kemasyarakatan
Adapun susunan kepengurusan secara lengkap adalah sebagai berikut:
Pelindung : Ketua Umum Yayasan Sabilillah
Prof. DR. K.H. M. Tolchah Hasan
Dewan Penasehat : Prof. DR. H. Ibrahim Bafadlal
KH. Drs. Ubaidilah Fadil
Dewan Pertimbangan : KH. Drs. Abdul Madjid Ridwan
KH. Drs. Marzuki Mustamar, Lc
H. Mas’ud Mansyur
Komisi Pengawas : H. Anas Bshori Alwi
Dra. H. Siti Munfaqiroh, MM
HM. Sueb Fauzi
Ketua LAZIS : Prof. DR. H.M. Mas’ud Said, MM
Wakil Ketua : Ust. Sulaiman, AP
Sekretaris : Ust. Mochammad Sholeh, AP
Bendahara : Dra. Ummu Kholillah
Manager Pendayagunaan & Pendistribusian
: Ust. Sofyan Arief, AP
Ust. NM. Taufik Hidayat
H. Manan Syayudhi
Ir. Didik Supardi
Manager Marketing : Ust. Heru Pratikno, ST
Rizky Noor Hamid, SE
Hj. Azizah, SE
Manager Pengembangan: Choirul Anwar
Syafiudin
Manager Administrasi dan Pengembangan
Ust. Choirul Anam
Fathmir Riza, S. Ag
Tujuan serta Usaha (Bidang Garap)
a. Lembaga yang berazaskan pada Pancasila dan UUD 1945, ini mempunyai beberapa tujuan yakni:
1) Memakmurkan Masjid dan Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai sarana pemberdayaan ummat dan pelayanan ummat
2) Memudahkan para Muzakki menunaikan kewajiban berzakat serta menyalurkan zakat kepada mustahik yang berhak menerimanya
3) Mengelola dana zakat, infaq, shodaqoh dan fidyah secara profesional
b. Dengan Dua Program yang secara detail dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Program Santunan
Adalah Program penyaluran dana ZIS kepada Mustahik tanpa ada target – target perubahan atas keadaan dan kondisi Mustahik, kecuali hanya sekedar meringankan beban kehidupan bagi Mustahik.
§ Santunan Beasiswa
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada anak yatim dan dua’fa non panti yang diangkat sebagai anak asuh Lembaga untuk mendapatkan biaya pendidikan Sekolah (SPP).
(Nama & Data Penerima terlampir)
§ Santunan Penunjang Belajar (SPB)
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada anak yatim dan dua’fa non panti untuk keperluan Sarana Penunjang Pendidikan ( Buku,Alat Tulis, Seragam, Sepatu, Buku Paket)
(Foto Paket Tas & Buku terlampir)
§ Santunan Lansia
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Fakir Miskin lanjut usia
(Nama & Data Penerima terlampir)
§ Santunan Ghorim
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada keluarga Miskin yang mempunyai banyak hutang guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
(Nama & Data Penerima terlampir)
§ Santunan Musafir
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Orang yang terlantar sedang berpergian/ dalam perjalanan untuk kepentingan Ibadah kepada Alloh. Tak kurang dari 250-an orang musafir yang telah mendapatkan bantuan selama kurun waktu 1 tahun terakhir.
§ Santunan Sosial
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada keluarga Miskin untuk keperluan Makanan, pengobatan, kematian,dll.
§ Santunan Guru Ngaji
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Guru-guru ngaji di TPQ
(Nama & Data Penerima terlampir)
2) PROGRAM PEMBERDAYAAN
Adalah Program penyaluran dana ZIS kepada Mustahik dengan disertai target- target perubahan atas keadaan atau kondisi Mustahik untuk menjadi lebih baik dari keadaan atau kondisi sebelum adanya penyaluran.
§ Program Bina Prestasi
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Mustahik melalui pola pembinaan anak Asuh dengan cara memberikan bimbingan les privat langsung maupun sinergi dengan bimbingan les privat lokal.
Program ini baru tergagas sejak dua bulan terakhir dengan target anak – anak Asuh lembaga yang berada di tingkat / kelas 6 yang akan menghadapi ujian akhir nasional, yang diharapkan dapat menunjang nilai-nilai UAN agar mencapai standar nasional.
(Nama & Data Penerima terlampir)
§ Program Siswa Mandiri
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Mustahik melalui pola pembinaan kemandirian siswa dengan cara memberikan bantuan berupa sepeda kepada anak asuh untuk keperluan transportasi menuju sekolah,guna melatih kemandirian siswa dan meringankan beban biaya transportasi sekolah bagi keluarga miskin. Dikarenakan minimnya pendanaan lembaga, maka saat ini proses berjalannya program ini masih berjalan sangat lambat yakni dengan target minimal 2 sepeda dalam satu bulan yang diberikan secara cuma-cuma kepada anak asuh yang dianggap memenuhi syarat. (Nama & Data Penerima terlampir)
§ Program Pendampingan Peningkatan Mutu TPQ (LP2M-TPQ)
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Mustahik melalui pola pendampingan dan pembinaan kepada guru-guru ngaji untuk meningkatkan kwalitas (SDM) guru ngaji, sehingga secara langsung akan meningkatkan kwalitas dan mutu TPQ dalam pengelolaan sebuah Taman Pendidikan Al Qur’an.
(Foto Paket Bantuan & Pendayagunaan Terlampir)
§ Program Peningkatan Minat Baca
Adalah Penyaluran dana ZIS kepada Mustahik melalui pola pengenalan Perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan kepada siswa binaan dan santri – santri TPQ, dengan cara mendatangkan atau mendatangi siswa/santri TPQ untuk mengenalkan buku – buku Perpustakaan, sehingga dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan membaca bagi anak asuh dan santri TPQ.
Last Update: 03-02-2010 15:03