Minggu, 5 September 2010   a

Komunitas

Berita Terkini

 
Login Admin
Username
Password
 

Shalawat kita

PROFILE KOMUNITAS MUSIK RELIGIUS
TEMBANG SHOLAWAT SABILILLAH
 
DIVISI SENI & DAKWAH REMAJA MASJID SABILILLAH BLIMBING MALANG
I.                   Pendahuluan
Subhanallah walhamdulillah walaa Illahaillallah huwallahu Akbar….
"Allahumma inni anzalta min khoirin faqiiruun………"
{Al Qashash: 24} “Yaa Allah sesungguhnya (aku) kami sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang engkau turunkan kepada kami (aku)”** 
Maha suci Allah dan segala puji hanya milik Allah serta tidak ada Tuhan hanya selain Allah karena Allah lah yang Maha Akbar lagi Maha besar, selanjutnya Sholawat salam terus terucap dan tercurahkan bagi Kanjeng Nabi Muhammad; Rasul, Nabi, pembimbing dan teladan kami.
Sedikit petikan ayat** di atas (seharusnya) selalu terpanjatkan di dalam kehidupan kita sebagai manusia, makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh-Nya namun juga makhluk yang sangat lemah dayanya di depan Iradat-Nya. Alhamdulillah akhirnya perjalanan kami sebagai individu – individu sosial yang menginginkan adanya suatu kelompok yang di dalam kebersamaannya selalu menunjukkan adanya realitas –“Kesosialan”– di dalam lingkungan masyarakat. Walaupun kadang kala masih sangat sedikit yang bisa kami sebutkan sebagai hasil kami.
Banyak harapan kami melalui komunitas yang terbentuk gara – gara mencontoh ini, salah satunya adalah supaya bisa di contoh demi kemaslahatan dan syiar. Adapun sedikit kepastian yang timbul dalam pemikiran kami bahwa betapa pentingnya sebuah budaya, terutama dalam jalur agama sebagai salah satu filterasi, penghambat dan penyaring segala sesuatu yang berbau modern saat ini, terutama mengenai kebudayaan tentunya. Dengan semangat menyejukkan dan ingin mengembalikan nilai – nilai dasar humanisme seolah terus menerus ingin kami sampaikan di setiap saat penampilan kami, demi menggerus “Barbar-Barbar” yang hidup di dalam isme darah masyarakat saat ini. Sekali lagi semoga dengan adanya secuil keberadaan kami bisa memberikan seberkas cahaya, menunjukkan tempat yang bernama ketentraman, kedamaian dan hidupnya nilai – nilai Islam secara kaffah, Amin..

II.                   Latar Belakang
               A.    Sejarah Berdirinya Komunitas Tembang Sholawat Sabilillah

Tonggak berdirinya komunitas ini berawal dari sebuah gagasan tentang akan dilaksanakannya salah satu kegiatan incidental dari Departemen Pembinaan & Dakwah Remaja Masjid Sabilillah yang bekerjasama dengan elemen – elemen Ormas Islam lainnya (Pemuda Muhammadiyah, Ansor, Fatayat, Nasyiatul Aisyiah dan lain – lain) yang tergabung dalam suatu Forum yang bernama Forum Sabilillah yang pada saat itu terbentuk karena sering terjadi pengkotak-kotakan massa atau golongan yang sebetulnya seakidah namun dibuat layaknya berbeda dan saling menjatuhkan maka demi menentramkan keadaan dan menyatukan pandangan terutama generasi muda Islam khususnya di gagaslah suatu acara pengajian bersama serta dalam rangka menyambut datangnya “Maulid Nabi Besar Muhammad SAW”, Tepatnya pada Tanggal 23 September dan pada tahun 1999 dengan menghadirkan budayawan Emha Ainun Nadjib.
Nah ketika gencar – gencarnya persiapan yang akan dilaksanakan itulah, beberapa pengurus dan anggota Remas Sabilillah mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi keadaan yang sedang terjadi dengan mempunyai usulan format acara pengajian yang sederhana namun mengena dengan menampilkan kebudayaan Islami seperti bersholawat menggunakan alat musik terbang. Dalam jangka waktu satu Minggu (17 September 1999) demi mewujudkan sebuah penampilan yang layak dan apik walaupun belum bisa disebut sebuah group atau personil namun para pelaku dan pemegang alat bersemangat dalam latihan yang dilaksanakan setiap hari selepas Sholat Maghrib dan Isya’. Dan akhirnya terbentuklah format lagu Sholawat yang akan ditampilkan dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kelompok yang belum mempunyai nama ini akhirnya (walaupun berulang kali terjadi pemilihan nama tetapi nama apa yang tepat?) mendapatkan julukan “Terbang Sholawat Sabilillah”. Nah, ketika pada malam hari pelaksanaan, di dalam kertas MC bukannya tertulis “Terbang Sholawat Sabilillah” tetapi Komunitas Musik Religius “Tembang Sholawat Sabilillah” sedikit kekeliruan terjadi “Terbang” menjadi “Tembang” yang akhirnya sampai sekarang komunitas ini resmi dengan nama “Tembang Sholawat Sabilillah”.
 
B.     Visi dan Misi Komunitas
Sebetulnya landasan bagi kami yang utama dengan adanya Komunitas ini adalah: Syiar dan Syafaat. Namun kami mempunyai;
VISI
·         Penjernihan hati dan pikiran demi keimanan dan Keislaman melalui Sholawat
·         Mempererat kebersamaan dan menghidupkan Shalawat sebagai seni budaya modern
MISI
Memperluas Syiar melalui kesenian, Memperkuat citra budaya masyarakat Islam, dan menghidupkan kebersamaan yang serasi, hangat serta toleransi dalam kehidupan Islami.
 
C.     Tantangan & Hambatan
Merupakan suatu fitrah bagi manusia untuk menjadi Khalifah di muka bumi ini, walaupun dibekali dengan ilmu pengetahuan dan agama namun ada kalanya manusia masih saja merasakan berat dan sulit keadaan yang dihadapinya. Sama halnya ketika komunitas kami dihadapkan kepada berbagai permasalahan – permasalahan yang dinilai sebagai ujian, atau kadang kala sebagai peringatan, inventarisasi permasalahan tersebut sangatlah kompleks mulai dari terbatasnya sarana atau peralatan yang digunakan, kualitas pengertian tentang unsur – unsur seni dan lagu, sampai kepada kesibukan – kesibukan di luar komunitas yang dikerjakan oleh para anggota tim. Dan tak jarang pula terjadi perbenturan – perbenturan opini atau pendapat tentang format tim, ataupun lagu yang sedang digarap. Hingga mengakibatkan sering terjadinya perombakan dan pergantian pelaku atau pemegang alat di dalam tim hingga timbul perumpaan – masalah yang kami hadapi ini adalah bermakna 3 hal yakni, bisa merupakan ujian bagi kesolidan kami yang telah terbentuk selama ini atau bermakna sebagai peringatan kepada kami tentang perilaku yang ada kalanya menyimpang dari titik tujuan utama kami atau pula sebagai hukuman bagi kami karena di dalam beberapa perjalanan kami yang memperlihatkan seolah – olah kami adalah yang “paling” diantara yang lain. Subhanallah, Astaghfirullah hal Adziim…. Semoga Allah memberikan kemudahan di setiap kesulitan – kesulitan ini, Amin.
 

III.                Perkembangan & Pertumbuhan Musik Sholawat Di Malang Raya

Layak jika Malang disebut sebagai barometer musik, sebab mulai dasawarsa 80 an hingga sekarang hampir puluhan group musik yang sedang memulai awal karir atau di tengah – tengah karir pasti selalu memilih kota Malang sebagai tempat untuk menunjukkan atau mengukur seberapa jauh minat masyarakat terhadap musik mereka, seberapa tinggi keinginan untuk menikmati dan menggemari musik yang mereka usung. Jika banyak masyarakat Kota Malang yang menyukainya maka dapat dipastikan kiprah mereka di bidang musik pasti akan sukses. Pun juga sebaliknya manakala kebolehan yang mereka tunjukkan kurang mendapatkan sambutan yang layak dari masyarakat kota Malang maka, pasti hasilnya ke depan tak jauh beda dengan keadaan di Kota Malang.
Riwayat kota Malang sebagai barometer Musik juga berdampak kepada group – group sholawat yang berasal dari kota ini, kurang lebih 800 an group musik sholawat yang terkoordinir dan termanajemen dengan baik di wilayah Kabupaten dan Kotamadya Malang membuat health competed semakin sportif serta menumbuhkan kreativitas untuk saling beradu manis dan rancak di dalam setiap lagu serta penampilan mereka. Group – group baru mulai bermunculan seperti layaknya jamur yang tumbuh di musim penghujan. Dengan latar belakang yang berbeda – beda namun dengan keinginan yang kurang lebih hampir sama – “Menghidupkan kesenian Islami secara Modern demi syiar dan syafaat”.
 
·         Wadah Pemersatu Group – Group Sholawat
Demi melihat perkembangan yang kadang kala semakin tidak terarah dari sekian banyak group – group sholawat maka dibentuklah beberapa wadah “Paguyuban” untuk mempersatukan dan menyamakan visi ke depan sebagai komunitas seni yang menghibur serta menghidupkan kebersamaan. Wadah – wadah tersebut juga tidak serta merta terbentuk, namun melihat kondisi di beberapa wilayah kabupaten dan kota Malang yang menjadi basis sebagian nama – nama besar besar Sholawat selalu menjadi ajang untuk tidak menumbuhkan semangat kebersamaan dan keharmonisan tetapi malah seringkali digunakan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan dan memandang remeh kepada komunitas yang dirasakan menjadi saingan. Oleh karena itu beberapa tokoh masyarakat serta aktivis – aktivis Sholawat memandang hal ini sebagai suatu kebutaan terhadap nilai – nilai seni agama itu sendiri. Maka tak salah apabila dibentuklah wadah “Paguyuban” pemersatu Sholawat;
-          Jama’ah Maiyah Kabupaten Malang
Beranggotakan ± 500 group sholawat (per Group 30-50 Orang) se-Kabupaten Malang meliputi wilayah: Turen, Pakis Aji, Kalipare, kepanjen, Bantur, Wajak, Sumber Pucung, Tumpang, Pakis, Gondanglegi, Bululawang dan Batu. Diketuai oleh Tokoh Masyarakat dari Gondanglegi. Selayaknya pendahulu pencetus Maiyah (Kebersamaan) yang digagas oleh Kyai Kanjeng dan Emha Ainun Nadjib forum ini juga menyerasikannya dengan memakai seragam dalam setiap acara yakni memakai putih – putih dengan kopyah “Maiyah” putih.
-          Jama’ah Maiyah Kota Malang
Walaupun bisa dibilang wadah di Kota ini sudah ketinggalan jauh dari wadah yang terbentuk di wilayah Kabupaten namun tidak menyurutkan semangat kebersamaan ± 250 group Sholawat (per Group 30-50 Orang) dari Kota yang meliputi wilayah: Karangploso, Singosari, Lawang, Arjosari, Polowijen, Lowokwaru, Blimbing, Sawo Jajar, Sukun, Klayatan, Dinoyo, Karangbesuki, Tlogomas dan Lowokwaru. Tidak hanya ingin sekedar disebut ikut – ikutan seperti Forum yang telah ada di daerah Kabupaten Malang maka ciri khas tersendiri adalah pada setiap dilaksanakannya setiap group pengisi wajib membawakan lagu Maiyah beserta istigotsah yang langsung dipimpin group tersebut.
-          Jamaah Diba’ Akbar Kota Malang
Demi menggiatkan syiar serta membudayakan Sholawat yang tidak keluar dari jalur ke Islaman maka LESBUMI Kota Malang bekerja sama dengan jama’ah – jama’ah sholawat Murni khususnya membentuk suatu wadah yang dinamakan Diba’ Akbar karena inti dari wadah ini sendiri adalah pembacaan sholawat Diba’ yang juga disertai dengan Mauidloh Hasannah oleh Ustadz atau pembicara. Yang saat ini tidak kurang dari 50 group atau jama’ah Sholawat Murni dan 25 Group atau jama’ah Sholawat Kontemporer yang telah resmi keikutsertaannya di dalam forum ini. Sehingga tak salah kiranya jika disebut Kota Malang adalah sebagai basis Kota Sholawat.
 
·         Perkembangan Komunitas Sabilillah Terhadap Masyarakat Kota Malang
Dengan banyaknya muncul keberadaan Paguyuban Group – Group Sholawat secara tidak langsung juga membawa berkah tersendiri bagi Komunitas kami, karena walaupun tanpa ada aba – aba siapa sesungguhnya coordinator bagi kegiatan – kegiatan yang bersifat insedental. Namun, secara pasti banyak yang meminta kepada kami untuk bisa memberikan pengarahan atau sekedar saran bagi pelaksanaan atau kelangsungan suatu kegiatan tersebut. Dari hal inilah semakin banyak panitia – panitia local dan masyarakat mengetahui keberadaan “Komunitas Musik Religius Tembang Sholawat Sabilillah” – sebagai kelompok musik Sholawat dan sebagai Event Organizer dengan contoh diadakannya Festival Musik Religius se – Malang Raya I & II yang kesemuanya tak lepas dari kerjasama Radar Malang sebagai penyokong dana dan kami sebagai panitia pelaksana.
 
·         Perkembangan Kualitas dan Kuantitas Komunitas Sabilillah
Bukan tanpa bukti dan alasan kami menyebut atau mengganggap kualitas yang terus bertambah dan semakin terjaganya kuantitas dari segi Musik Tembang Sholawat Sabilillah itu sendiri, banyak penghargaan yang telah kami dapatkan antara lain:
-          Festival Musik Sholawat Pondok Pesantren se Jawa Timur berhasil meraih juara I tahun 2000
-          Festival Musik Sholawat se Malang Raya di STAIN Malang berhasil meraih Juara I tahun 2001
-          Festival Musik Sholawat & Qasidah se Malang Raya di Expo Rakyat bertempat di stadion Gajayana Kota Malang, berhasil meraih Juara II tahun 2002
-          Festival Sholawat & Terbang Kreasi se Malang Raya di UNISMA Malang berhasil meraih juara I tahun 2002
-          Festival Musik Sholawat & Terbang Kreasi se Kabupaten Malang di Poncokusumo berhasil meraih juara I Tahun 2002
-          Masuk dalam posisi 5 besar di Festival Se Jatim tahun 2003 di MAN Malang
 
Serta banyak pengalaman lain yang telah kami dapatkan:
-          Sebagai Group Tamu dalam pelaksanaan Festival Musik Sholawat Radar Malang I tahun 2003 & II tahun 2004
-          Sebagai Group Tamu dalam pelaksanaan Festival Musik Sholawat Se Malang Raya di Pakis Tumpang tahun 2003
-          Sebagai Group pengisi dalam Tour de Campus LA Light – Ramadhan Voyage tahun 2003 dan tahun 2004
-          Sebagai Group pengisi dalam Acara “Malang Berdoa” – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) terdiri dari 8 lintas faham – Tahun 2003 dan Tahun 2004
-          Sebagai Group pengisi dalam Acara “Diba’ Akbar” se Kota Malang di Forum LESBUMI Kota Malang tahun 2003
-          Sebagai Group pengisi dalam acara “Peresmian Forum Maiyah Kota Malang” tahun 2003
-          Sebagai Group pengisi dalam acara “Pembukaan Expo Singosari” Kabupaten Malang tahun 2003
-          Sebagai group pengisi dalam acara Kunjungan Kedubes “Mesir – Iran – Pakistan – Swedia – Indonesia” di Ponpes AL Hikam Malang tahun 2004
-          Sebagai group pengiring dalam acara Pengajian Padhang Mbulan bersama Emha Ainun Nadjib di APP Malang tahun 2003
-          Sebagai group pengiring dalam acara pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Emha Ainun Nadjib di Masjid Sabilillah Kota Malang tahun 1999
-          Sebagai group pengiring dalam acara pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Emha Ainun Nadjib di Masjid Sabilillah Kota Malang tahun 2002
-          Rekaman album Kompilasi Sholawat I “Sholawat Sabilillah – Lisan Aji” tahun 2003
-          Rekaman album Kompilasi Sholawat II “10 finalis festival sholawat Radar Malang II” bersama Wali Kota Batu Bp. Imam Kabul tahun 2005
-          Sebagai Group pengisi dalam acara “Pembukaan Expo Gondanglegi” Kabupaten Malang tahun 2004
-          Sebagai group pengiring dalam acara pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Sampoerna Hijau – H. Rhoma Irama Lapangan Wagir Malang tahun 2005
-          Sebagai group pengiring dalam Festival Masjid Nurul Iman bersama Gubernur Jawa Timur Bp. Drs. Imam Utomo pertengahan tahun 2006
-          Rekaman Single album “Semesta Sholawat” pada akhir Tahun 2007
Dan berbagai undangan lainnya selama tahun 2000 sampai dengan 2008 yang tidak dapat kami sampaikan secara keseluruhan.
 
 

·         Rencana Demi Keberlangsungan Komunitas
Bukan suatu hal yang mustahil bahwa suatu cita – cita atau keinginan akan dapat terlaksana apabila ditunjang dengan kerja keras, niatan, serta keyakinan yang padu di antara para anggota komunitas. Pada awal tahun 2005 ini sebetulnya komunitas kami telah memperoleh kesempatan kedua untuk menghasilkan sebuah album kompilasi sholawat. Namun, karena terbatasnya formalisasi dan pemahaman tentang pemasaran maka hasil rekaman tersebut bisa dikatakan terhenti untuk sementara dan selanjutnya akan ditata kembali dengan format dan teknis yang lebih rapi untuk diperolehnya hasil yang lebih sempurna di masa mendatang. Dengan niatan lebih besar dan kesolidan yang lebih kukuh maka kami merencanakan di dalam pertengahan tahun 2005 atau akhir tahun 2005 ini kami kembali akan mengeluarkan sebuah album single berformat VCD yang berisikan beberapa lagu sholawat lama yang kami rilis dengan formasi baru dan beberapa lagu baru yang insya Allah tidak akan kalah laiknya dengan format – format lagu sebelumnya. Semoga kerja keras kami selama ini dapat terealisasikan dengan lancar dan dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada khalayak maupun jama’ah – jama’ah sholawat yang selama ini selalu mempertanyakan ke exisan kami dalam album rekaman.
 
·         Kerja Sama Demi Menjaga Mutu
Beberapa kalangan telah berani menawarkan untuk bisa menjalin kerjasama yang layak dan berkesinambungan tetapi ada kalanya kami juga merasa kecil hati karena kami merasa bahwa kami belum layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih diatas kerja keras kami selama ini. Rencana kami untuk menelorkan sebuah album single adalah tak lepas dari animo masyarakat yang semakin lama kami rasakan semakin besar ketertarikannya kepada sebuah Musik Sholawat, ibarat sebuah perusahaan apabila tidak ditopang oleh permodalan yang layak maka niscaya perusahaan itu akan dapat berjalan dengan lancar dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan. Oleh karena itu, kami dalam masa penggarapan dan penataan format baru ini berharap ada pihak perorangan atau instansi yang mampu dan mau berjalan beriringan dengan tekat dan niat kami untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan masa depan Musik Sholawat di Kota Malang.
 
 
IV.             Kesimpulan
 
Pada hakekatnya misi utama kami adalah “Memasyarakatkan Sholawat Dan Mensholawatkan Masyarakat”. Inilah salah satu usaha kami dalam membina syiar dan dakwah melalui seni Islami dengan harapan semoga apa yang kami lakukan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi khalayak umum dan umat Islam pada khususnya di tengah gencarnya arus modernisasi dan globalisasi di segala bidang. Kami ingin lebih banyak berkarya dengan jalan lebih banyak belajar, berlatih dan mencari sumber inspirasi baru dalam rangka mengembangkan komunitas ini. Di lain pihak kami juga ingin menciptakan suatu ajang silaturrahim bagi komunitas-komunitas sholawat yang telah ada.

Semua ini tak lepas dari ibadah. Semoga niat ikhlas kami diberikan kemudahan, kelancaran serta kebarakahan yang terbentuk dalam semakin solid serta semakin berkembangnya Komunitas Musik Religius “Tembang Sholawat Sabilillah” ini, Amin.  (Penyusun;@hmed;2000)

Last Update: 15-07-2010 09:46