![]() |
|
Gayengnya Pengajian Eksekutif Malang Raya II, kemarin benar-benar menjadikan tambahan semangat rohani serta kinerja bagi setiap individu yang mengikuti acara pengajian Eksekutif yang diadakan 2 bulan sekali oleh Yayasan Sabilillah Malang, itu. Posted by : Yoyos "KARAKTER HIDUP ISLAM MENDUKUNG BERLAKUNYA REALITAS HUKUM"
Oleh : PROF. DR. H. MOH. MAHFUD MD, SH., SU & PROF. DR. DRA. HJ. ISTIBSJAROH, SH., MA
Sejak pukul 18.30 wib, para undangan yang terdiri dari kalangan eksekutif Malang raya yakni Pejabat teras Kota Malang, Anggota DPR-D Kota Malang, Kabupaten Malang sampai kota Batu tampak turut hadir pada malam itu. Tak lupa pula dari kalangan Militer, Bapak Danrem Kota Malang, Bapak Kapolwil Kota Malang hingga jajarannya tampak antusias mengikuti pengajian yang bertemakan Islam dan Keadilan, Islam Rahmatan lil 'Alamin.
Memang agak berbeda pengajian eksekutif kali ini, sebab tidak lain pembicara utama pada malam itu adalah tokoh Nasional yakni Bapak Prof. DR. H. Moh. Mahfud MD, SH., SU., yang saat ini menjabat sebagai ketua Mahkamah Konstitusi RI. Tema yang dibahas pada saat itu sangat menarik. Dalam ulasannya Ketua MK RI yang didampingi oleh Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa Islam sangatlah luwes, Islam sangat berkeadilan. Maka perlu dipupuk kembali sebuah karakter ke-Islaman yang saat ini mulai pudar.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Indonesia pada 20 tahun yang akan datang bisa saja hilang karena banyak sekali faktor yang merubah dan merusak citra bangsa Indonesia saat ini. Dalam sejarah Islam, banyak sekali bangsa yang melupakan sejarah dan tenggelam dalam hiruk pikuknya perubahan. Contoh yang terjadi di Indonesia pada saat ini yakni maraknya kasus-kasus hukum tidak berpihak kepada keadilan sehingga pada saat ini bisa diibaratkan kita kembali hidup pada zaman jahiliyah.
Bapak Mahfud MD menambahkan layaklah Bu Karno suatu ketika menyampaikan untuk tidak melupakan sejarah. Karena dengan belajar melalui sejarah kasus-kasus hukum seperti penggelapan pajak yang juga pernah terjadi pada jaman fir'aun pasti bisa diantisipasi atau bahkan mungkin muskil untuk dapat terjadi.
Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Ibu Prof. DRA. Hj. Istibsjaroh anggota DPD-RI, yang juga merupakan calon legislatif terbanyak pemilihnya dari Kota Malang pada saat pemilihan lalu. Beliau menambahkan, perlu dikembangkan dan dipupuknya kembali naluri serta karakter ke-Islaman di segala bidang. Karena sejak dulu semua hal tentang hidup sehari-hari telah tertanam norma-norma Islam yang kental, hanya saja banyak dari diri umat yang kurang sadar akan arti pentingnya karakter Islam tersebut. Mengakibatkan kita terjebak dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum dan agama itu sendiri. "Oleh karenanya mari kita awasi lingkungan keluarga kita, anak-anak kita sudahkan mereka mendapatkan pendidikan agama sejak dini secara pas dan sesuai, agar kelak mereka tidak melupakan apa yang telah menjadi inti ajaran Islam sebenarnya"
Sebelum dilanjutkan dengan diskusi para peserta pengajian eksekutif dihibur oleh Komunitas Musik religius Tembang Sholawat Sabilillah yang pada malam itu tampil cukup semarak. Akhirnya acara selesai pada pukul 22.15, sesaat sebelum para pembicara meninggalkan tempat sempat pula diberikan bingkisan sebagai ucapan terimakasih oleh Ketua I Yayasan Sabilillah Bp. Drs. KH. Mas'ud Ali, M.Ag dilanjutkan dengan penyampaian 2 buah buku tulisan Ketua III Yayasan Sabililllah, yang pada malam itu juga bertindak selaku moderator acara yakni, Prof. DR. H.M. Mas'ud Said, MM. Acara diakhiri dengan berfoto bersama para peserta pengajian dan kedua pembicara. (M@:red)